INFORMASIMERAHPUTIH.com | Cianjur — Banjir yang melanda Sungai Cikondang di Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, mengakibatkan kerusakan serius pada tembok penyangga jembatan gantung yang menjadi akses utama warga menuju Kampung Pasir Sireum dan Kampung Songgom.
Akibat tergerusnya tembok penghubung jembatan tersebut, akses warga sempat terputus. Untuk sementara, warga setempat bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan.
Sekretaris Desa Cikondang, Zaenal Abidin, mengatakan banjir terjadi akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir yang menyebabkan debit air Sungai Cikondang meluap.
“Akibat banjir ini, ada sekitar 10 kepala keluarga (KK) yang terdampak di RW 01 Kampung Songgom,” ujar Zaenal, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, dari jumlah tersebut, terdapat empat rumah warga mengalami kerusakan berat, satu rumah rusak sedang, dan enam rumah mengalami kerusakan ringan. Warga yang rumahnya terdampak berat terpaksa mengungsi ke rumah kerabat maupun tinggal sementara di kontrakan.
“Sebagian warga yang rumahnya rusak sudah diungsikan ke tempat saudara, dan ada juga yang tinggal sementara di kontrakan,” tambahnya.
Zaenal juga mengungkapkan bahwa pihak desa telah melakukan asesmen bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan segera menyusun laporan resmi terkait kejadian tersebut.
“Pemerintah desa sudah mendata seluruh warga terdampak dan mengajukan bantuan ke dinas terkait, terutama untuk kebutuhan logistik. Saat ini, bantuan masih banyak mengandalkan swadaya masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, akses menuju Kampung Pasir Sireum saat ini hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki melalui jembatan bambu darurat. Pengendara sepeda motor harus memutar melalui jalur lain demi keselamatan.
Untuk menghindari kecelakaan, warga bersama aparat memasang garis pembatas agar kendaraan tidak melintasi jalur yang rusak.
“Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas Zaenal. (yn)
