Netralitas di Tengah Ketidakadilan: Membiarkan Penindas Menang

INFORMASIMERAHPUTIH.com | Jakarta, 30 Agustus 2025 – Ketidakadilan tidak pernah berdiri sendiri. Ia bertahan bukan hanya karena adanya penindas, tetapi juga karena banyak orang memilih untuk diam. Diam yang dianggap aman, ternyata adalah bahan bakar yang membuat penindasan semakin kuat.

Uskup Agung Desmond Tutu pernah mengingatkan dunia dengan kalimatnya yang tajam: “Jika kamu netral dalam situasi ketidakadilan, kamu telah memilih sisi penindas.” Pesan ini membongkar ilusi bahwa netralitas adalah sikap suci. Faktanya, netralitas di tengah ketidakadilan justru adalah bentuk pembiaran.

Netralitas Bukan Kebijaksanaan

Seringkali, kita menganggap netralitas sebagai pilihan bijak—jalan tengah untuk menghindari konflik. Namun, sejarah membuktikan bahwa ada momen-momen dalam hidup ketika tidak memilih sama artinya dengan memilih.

Saat ketidakadilan terjadi di depan mata, diam bukanlah keseimbangan, melainkan keberpihakan pada penindas. Tidak berpihak kepada yang lemah, berarti membiarkan yang kuat semakin leluasa menindas.

Sejarah Membuktikan

Berbagai penindasan, diskriminasi, hingga pelanggaran hak asasi manusia di berbagai belahan dunia tidak hanya bertahan karena kekuasaan penguasa, tetapi juga karena mayoritas memilih diam. Ketakutan, rasa aman, atau kenyamanan membuat orang menutup mata.

Setiap diam yang kita pilih adalah ruang tambahan bagi ketidakadilan untuk tumbuh. Dalam situasi seperti itu, netralitas bukanlah jalan tengah—ia adalah bentuk keikutsertaan dalam mempertahankan ketidakadilan.

Keberanian untuk Berpihak

Berpihak pada yang lemah bukanlah perkara mudah. Membela yang tertindas sering kali berarti harus kehilangan kenyamanan, menghadapi kritik, bahkan melawan arus. Namun, hanya dengan keberanian seperti itu, kemanusiaan bisa tetap tegak.

Kita tidak bisa berharap perubahan terjadi, jika kita sendiri enggan bersuara. Karena perubahan selalu lahir dari keberanian: keberanian menolak diam, keberanian untuk berpihak, dan keberanian untuk mengatakan bahwa ketidakadilan tidak boleh dibiarkan.

Opini Redaksi – Informasi Merah Putih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *