INFORMASIMERAHPUTIH.com | Cianjur — Para petani di Kampung Pasirhapa, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, dibuat geram setelah tanaman padi yang baru ditanam mendadak mengering. Warga menduga tanaman tersebut rusak akibat disemprot cairan pembasmi rumput oleh orang tak dikenal.
Peristiwa tersebut sempat terekam dalam video warga dan beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat sejumlah warga mengamankan seorang pria yang diduga melakukan penyemprotan cairan pembasmi rumput di area persawahan milik para penggarap.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lahan sawah yang digarap warga dari sejumlah kampung di Desa Cibiuk, di antaranya Kampung Pasirhapa, Sengkong, Pasirsingkup, Pasirsembung, Pasirjeruk, Kepuh, dan kampung lainnya, merupakan lahan milik PT PYI dengan luas lebih dari 200 hektare.
Dari total luas tersebut, sekitar 45 hektare saat ini ditanami padi oleh para penggarap. Namun, sekitar dua hektare tanaman padi yang baru ditanam dilaporkan mengering setelah diduga terkena semprotan cairan pembasmi rumput.
Warga menyebut pelaku penyemprotan tidak dikenal. Akan tetapi, saat kejadian disebut terlihat seorang oknum humas perusahaan berinisial Y berada di lokasi dan mengawasi dari kejauhan bersama beberapa orang lainnya.
Salah seorang penggarap, Ade Munajat, mengatakan warga sebenarnya tidak mempermasalahkan apabila pihak perusahaan hendak mengambil kembali lahan tersebut. Namun, menurutnya, tindakan penyemprotan tanpa pemberitahuan dinilai sangat merugikan para petani yang telah mengeluarkan biaya dan tenaga untuk menggarap lahan.
“Kalau tidak kepergok mungkin seluruh tanaman padi itu akan habis disemprot. Tapi keburu diketahui warga dan para penggarap langsung berdatangan hingga pelaku kabur. Kami hanya bisa mengamankan alat semprot, ember, beberapa botol obat pembasmi rumput dan alat lainnya,” kata Ade, Sabtu (29/5/2026).
Ade menambahkan, warga berharap segala bentuk pengelolaan maupun pengambilalihan lahan dapat dilakukan sesuai kesepakatan dan perjanjian yang telah dibuat sebelumnya antara para penggarap dengan pihak perusahaan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait dugaan penyemprotan cairan pembasmi rumput yang menyebabkan tanaman padi milik warga mengering. Warga berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui dialog dan sesuai ketentuan yang berlaku agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di lapangan. (yan)
