10 Tahun Berjuang Sendiri, Imam Masjid Kotamobagu Akhirnya Didampingi Elang Tiga Hambalang

INFORMASIMERAHPUTIH.com| Banggai, Sulawesi Tengah | Di balik lantunan doa dan kesederhanaan hidupnya, seorang imam masjid di Kotamobagu menyimpan kisah panjang perjuangan hukum yang nyaris membuatnya kehilangan tanah warisan keluarga. Selama sepuluh tahun, ia berjalan sendirian mencari keadilan, namun selalu menemui jalan buntu.

Harapan baru muncul ketika ia memberanikan diri mengadu kepada organisasi Elang Tiga Hambalang. Ketua Umum Elang Tiga Hambalang, Dedy Safrizal, tanpa ragu langsung merespons. Ia menyebut perjuangan sang imam sebagai panggilan nurani.

“Seorang imam masjid yang mengabdikan hidupnya untuk masyarakat tidak boleh diperlakukan tidak adil. Elang Tiga Hambalang akan berdiri di sampingnya sampai haknya kembali,” tegas Dedy Safrizal.

Sekretaris Jenderal Elang Tiga Hambalang, Ganda Satria Dharma, juga memerintahkan tim hukum untuk turun langsung ke Sulawesi Tengah.

“Ini bukan sekadar perkara sertifikat, ini menyangkut martabat dan hak seorang warga negara. Kami akan kawal sampai selesai,” ujarnya.

Sertifikat Tak Kunjung Kembali

Perjuangan hukum ini berawal dari dua sertifikat tanah yang dulunya dipegang oleh penerima kuasa menjual. Namun meski penerima kuasa telah meninggal dunia, sertifikat tersebut tak pernah dikembalikan kepada pemilik sahnya. Padahal, Pasal 1813 KUHPerdata menegaskan kuasa berakhir apabila penerima kuasa meninggal dunia.

Melihat kejanggalan tersebut, tim hukum Elang Tiga Hambalang yang dipimpin oleh Zulkiram, S.H. bersama Rocky turun langsung ke Banggai. Mereka mendampingi anak kandung pemilik sah sertifikat dalam proses pelaporan di Polres Banggai. Pada 15 Agustus 2025, laporan resmi dibuat atas dugaan penggelapan sertifikat dengan dasar hukum Pasal 372 KUHP.

“Kami tidak datang untuk mencari sorotan, kami datang karena keadilan harus ditegakkan. Kami akan pastikan sertifikat kembali ke tangan yang berhak,” tegas Zulkiram.

Harapan Baru Bagi Warga

Kehadiran Elang Tiga Hambalang di tengah masyarakat Banggai membawa angin segar. Warga sekitar menyambut langkah ini dengan penuh harapan, melihatnya sebagai bukti nyata bahwa organisasi tersebut bukan hanya nama, melainkan benar-benar hadir membela rakyat kecil. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *