Bupati Cianjur Dorong UMKM Lokal Naik Kelas Lewat Program Gentengisasi Nasional

Oplus_0

INFORMASIMERAHPUTIH.com | Cianjur — Pemerintah Kabupaten Cianjur menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di sektor produksi genteng. Dukungan ini sejalan dengan program gentengisasi nasional yang tengah digaungkan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hunian masyarakat sekaligus penguatan ekonomi lokal.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dalam menghadapi peluang besar yang hadir melalui program tersebut. Menurutnya, berbagai langkah strategis tengah disiapkan guna memastikan pelaku UMKM genteng di Cianjur mampu bersaing, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional.

“Pemerintah daerah berupaya hadir melalui pembinaan dan fasilitasi untuk mendukung UMKM genteng kita mampu bersaing dan menjadi tuan rumah di daerah sendiri,” ujar Wahyu dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).

Ia menjelaskan, bentuk dukungan yang akan diberikan mencakup pelatihan peningkatan kualitas produksi, bantuan akses permodalan, hingga perluasan jaringan pemasaran. Pemkab juga akan mendorong kolaborasi antara pelaku UMKM dengan sektor swasta serta pemangku kepentingan lainnya.

Langkah ini dinilai penting mengingat Cianjur dikenal sebagai salah satu daerah penghasil genteng dengan potensi besar. Namun, selama ini sebagian pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan teknologi produksi hingga akses pasar yang belum optimal.

Selain dukungan dari pemerintah daerah, Wahyu juga mengimbau para pelaku UMKM untuk turut berbenah dan memanfaatkan momentum program gentengisasi secara maksimal. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk agar mampu memenuhi standar pasar yang semakin kompetitif.

“Kami mengimbau agar momentum ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas produksi, menjaga standar mutu, serta memperluas jaringan pemasaran,” ungkapnya.

Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kesiapan dan komitmen para pelaku usaha itu sendiri. Inovasi, konsistensi kualitas, serta adaptasi terhadap perkembangan pasar menjadi kunci utama untuk bertahan dan berkembang.

Program gentengisasi sendiri merupakan bagian dari agenda nasional dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat, terutama di daerah-daerah yang masih menggunakan atap tidak layak. Dengan mengganti atap rumah menjadi genteng yang lebih kuat dan tahan lama, diharapkan tercipta lingkungan hunian yang lebih aman dan sehat.

Wahyu menilai, program ini memiliki dampak ganda yang signifikan. Selain meningkatkan kualitas hidup masyarakat, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha lokal, khususnya di sektor bahan bangunan.

“Program ini tentu memiliki dampak positif, terutama dalam memperkuat sektor konstruksi dan industri bahan bangunan di tingkat lokal,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika dimanfaatkan secara optimal, program gentengisasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.

Pemerintah Kabupaten Cianjur pun berharap, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku UMKM dapat berjalan efektif sehingga manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara luas.

Dengan berbagai upaya yang tengah dilakukan, Cianjur optimistis mampu menjadikan sektor UMKM genteng sebagai salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

(Redaksi: Yn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *