Statistik Kelam Gaza 2025: Biro Media Pemerintah Ungkap Skala Penderitaan Akibat Agresi Israel

INFORMASIMERAHPUTIH.com | Gaza | Biro Media Pemerintah di Jalur Gaza merilis laporan statistik tahun 2025 yang menggambarkan kondisi kemanusiaan kian memburuk di tengah berlanjutnya kejahatan penjajah Israel terhadap warga Palestina. Data tersebut menunjukkan skala kehancuran masif yang menyasar hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat Gaza.

Dalam laporan resminya, disebutkan bahwa sekitar 2,4 juta warga Palestina di Jalur Gaza menjadi sasaran genosida sistematis. Agresi berkepanjangan ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghancurkan infrastruktur vital, layanan kesehatan, pendidikan, hingga sumber kehidupan dasar.

Sepanjang tahun 2025, tercatat 29.117 orang gugur atau dinyatakan hilang, sementara 62.853 warga lainnya mengalami luka-luka akibat serangan militer. Dampak perang juga dirasakan oleh kelompok paling rentan, dengan lebih dari 4.441 kasus keguguran yang terjadi akibat tekanan dan kondisi perang yang ekstrem.

Sektor kesehatan berada di ambang kehancuran. Sebanyak 22 rumah sakit dilaporkan tidak lagi berfungsi, memperparah krisis kemanusiaan. Selain itu, lebih dari 2.700 warga sipil ditawan, dan 475 orang meninggal dunia akibat kelaparan, mencerminkan dampak langsung dari blokade dan pembatasan bantuan.

Di bidang pendidikan, situasi tak kalah memprihatinkan. Sebanyak 95 persen sekolah mengalami kerusakan, menyebabkan 785.000 pelajar kehilangan akses pendidikan. Tempat ibadah pun tak luput dari serangan, dengan 134 masjid hancur total atau sebagian, serta tiga gereja diserang berulang kali.

Laporan tersebut juga mencatat kehancuran besar pada infrastruktur sipil. Sebanyak 213.400 unit rumah hancur total, rusak sebagian, atau menjadi tidak layak huni. Selain itu, 150 gedung pemerintahan, 250 fasilitas olahraga dan budaya, serta 208 situs sejarah dan arkeologi turut menjadi sasaran serangan.

Kerusakan infrastruktur dasar terjadi secara sistematis, di antaranya 3.080 kilometer jaringan listrik terputus, 400.000 meter jaringan air dihancurkan, serta lebih dari 700 sumur air dirusak. Sektor pangan juga terdampak parah, dengan lebih dari 80 persen lahan pertanian diratakan dan 100 persen sektor perikanan mengalami dampak langsung.

Biro Media Pemerintah Gaza juga mengungkap bahwa lebih dari 132.000 truk bantuan kemanusiaan dan bahan bakar dicegah masuk, memperparah krisis kemanusiaan. Sementara itu, sekitar satu juta warga terpaksa mengungsi, dan 55 persen wilayah Jalur Gaza kini berada di bawah kendali penjajah Israel.

Secara keseluruhan, agresi militer ini mengakibatkan kerugian awal yang ditaksir melebihi 33 miliar dolar AS, dengan lebih dari 112.000 ton bahan peledak dijatuhkan di wilayah padat penduduk tersebut. Bahkan, 90 persen infrastruktur perkotaan dilaporkan mengalami kehancuran.

Biro Media Pemerintah Gaza menegaskan bahwa data ini menjadi bukti kuat skala kejahatan kemanusiaan yang terjadi, sekaligus mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil langkah nyata guna menghentikan agresi dan memastikan perlindungan bagi warga sipil Palestina. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *