informasimerahputih.com | Jakarta | Forum Driver Transportasi Online Indonesia (F.D.T.O.I) memastikan kembali menggelar Aksi Nasional Jilid 2 pada 20 November 2025 di Istana Negara dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Aksi ini merupakan respons atas belum terjawabnya empat tuntutan utama yang sebelumnya telah diajukan kepada pemerintah.
Poster resmi yang beredar menyatakan bahwa seluruh jaringan driver di berbagai provinsi akan berkonvoi menggunakan sepeda motor menuju Jakarta secara serentak.
“Belum Ada Perubahan di Lapangan” — Ardi Koordinator Nasional Aksi, Ardi, menegaskan bahwa inisiatif turun ke jalan kembali merupakan keputusan kolektif setelah tidak melihat adanya perkembangan signifikan dari pemerintah.
“Kami sudah menunggu dengan itikad baik, tetapi sampai sekarang belum ada langkah konkret. Para driver tetap menghadapi problem tarif, risiko kerja tanpa perlindungan, dan skema kemitraan yang tidak adil,” ujar Ardi kepada Informasi Merah Putih
Ia menegaskan bahwa aksi ini tidak dimaksudkan sebagai bentuk tekanan berlebihan, melainkan penyampaian aspirasi terbuka yang selama ini dirasakan para pengemudi di lapangan.
“Kami turun bukan untuk gaduh. Kami turun agar suara kami didengar. Driver online bukan mesin—kami manusia yang bekerja setiap hari demi keluarga,” tambah Ardi.
Empat Tuntutan Utama yang Jadi Sorotan, Ardi menjelaskan empat tuntutan F.D.T.O.I yang belum mendapatkan respons jelas:
1. Peninjauan ulang tarif dan skema potongan biaya yang dianggap membebani pengemudi.
2. Penguatan perlindungan hukum bagi driver yang sering menghadapi risiko kerja.
3. Perbaikan skema kemitraan antara perusahaan aplikasi dan mitra pengemudi agar lebih adil.
4. Jaminan kesejahteraan dan evaluasi sistem insentif yang dianggap merugikan.
“Kami tidak meminta sesuatu yang mewah. Kami hanya meminta keadilan agar kami bisa bekerja dengan tenang dan layak,” kata Ardi.
Ribuan Driver Siap Konvoi Menuju Jakarta H-1 sebelum aksi, rombongan driver dari Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan beberapa daerah lain disebut mulai menyusun rute konvoi.
Dua titik utama konsentrasi massa pada hari aksi adalah:
– Istana Negara
– Kementerian Perhubungan
Ardi mengimbau agar peserta aksi tetap menjaga keteraturan dan tidak mudah terprovokasi.
“Kami sudah instruksikan: aksi damai, tertib, tanpa merusak fasilitas umum. Tunjukkan bahwa driver online bisa menyampaikan aspirasi dengan bermartabat,” ujarnya.
Pemerintah Masih Lakukan Pemantauan Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi tersebut. Salah satu pejabat internal, yang enggan disebutkan namanya, menyampaikan bahwa pemerintah sedang mempelajari kembali tuntutan F.D.T.O.I.
Pihak kepolisian juga disebut tengah melakukan pemetaan potensi keramaian dan pengamanan lalu lintas menjelang 20 November 2025.
(Redaksi)
