Home » Diminta Inspketorat Evaluasi Kinerja Dinas Perumahan Terkait Insiden Jatuhnya Material Dari Lt 15 Rusun Nagrak

Diminta Inspketorat Evaluasi Kinerja Dinas Perumahan Terkait Insiden Jatuhnya Material Dari Lt 15 Rusun Nagrak

INFORMASIMERAHPUTIH.com | Jakarta | Berdasarkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) Penyedia Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta 2023. Diketahui, total pagu pemeliharaan berkala rumah susun 6 Nagrak Rp 23,9 miliar.

Proyek pemeliharaan berkala yang dianggarkan Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta pelaksana /kontraktor binaan PT. Ambalat Jaya Abadi dan PT. Nikita Sari Jaya, nyaris menelan korban jiwa akibat kelalaian dan mengabaikan aturan.

Pasalnya, pada saat melakukan aktivitasnya menggunkan peralatan seadanya, mengangkat material dari lantai dasar menuju naik ke atas. Tiba-tiba sejumlah material jatuh dari lantai 15 tower 11 rumah susun Nagrak, Kelurahan Marunda Jakarta Utara.

Untungnya pada saat kejadian, kebetulan tidak ada satupun warga yang melintas ditempat jatuhnya material dari atas diakibatkan peralatan yang digunakan pekerja diduga tidak sesuai dengan aturan maupun standar yang ditetapkan” beber salah satu warga Rusun Nagrak dan tidak disebut namanya. Selasa (5/9/2023) tepat 16:00 Wib.

Warga yang lainnya juga mengatakan, kejadian tersebut berlangsung sangat singkat, pas ketahuan disaat suara dari beberapa warga, ternyata dikarenakan jatuhnya material dari atas (Lantai 15 tower 11), sontak insiden itupun menjadi perhartian warga rusun Nagrak.

Tampak dilokasi, penggunaan alat pengangkat barang material, sirtu, semen dan sebagainya terlihat menggunakan tali seadanya untuk mengikat material, ditarik ke lantai 15 dan terkesan asal jadi, tidak menggunakan peralatan sesuai dengan standart, disamping itu juga tidak menggunakan jaring pengaman.

Kedua kontraktor tersebut juga sebagai pelaksana pemeliharaan berkala rumah susun 2 Tipar Cakung, Jakarta Timur Tahun 2023. Antara lain:

  1. PT. Ambalat Jaya Abadi dengan nilai kontrak Rp 8.018.675.800
  2. PT. Nilita Sari Jaya nilai kontrak Rp 9.854.544.500.

Hal yang sama juga, sebagai pelaksanaan kegiatan pemeliharaan berkala rumah susun 6 Nagrak Tahun 2023, Antara lain :

  1. PT. Ambalat Jaya Abadi dengan alamat Jalan Ampera V No.36 B Rt 07/Rw 09 Pademangan Jakarta Utara.No SPMK: 1022/RR.02.01 21 Juli 2023.
  2. PT.Nikita Sari Jaya alamat. Jalan Jenderal Basuki Rahmat No.8 C Rt 02/Rw 02 Balimester Jatinegara Jakarta Timur No SPMK: 982/RR/.02.01.12 Juli 2023.

Hanya saja, berdasarkan hasil pencarian detail data badan usaha pada situs lpjk.pu.go.id. Diketahui baik PT.Ambalat Jaya Abadi maupun PT. Nikita Jaya Abadi memiliki kualifikasi usaha kecil.

Ironisnya lagi, PT. Ambalat Jaya Abadi tidak memilki KBLI 41011 Konstruksi Gedung Hunian, Subklasifikasi BG001 hal tersebut menjadi sorotan publik dan patut dipertanyakan.
Ada apa dengan Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta ?

Merujuk pada Undang-undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa konstruksi Penyelenggaraan pekerjaan konstruksi wajib memenuhi ketentuan ke teknikan, keamanan, keselamatan kerja dan kesehatan, perlindungan tenaga kerja dan lingkungan untuk mewujudkan tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi.

Pasal 22 Kontrak kerja konstruksi yakni kontrak kerja kontruksi sekurang kurangnya harus mencakup uraian mengenai perlindungan tenaga kerja yang memuat ketentuan tentang kewajiban para pihak dalam “pelaksanaan K3 serta jaminan sosial.

Pasal 23 Penyelenggaraan Pekerjaan konstruksi ayat (2).Penyelenggaraan pekerjaan konstruksi wajib memenuhi ketentuan tentang keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja, perlindungan tenaga kerja serta tata lingkungan setempat untuk menjamin terwujudnya tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi.

Diduga, PT. Ambalat Jaya Abadi dan PT.Nikita Sari Jaya telah mengabaikan Undang undang no 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah No.50 tahun 2012 tentang penerapan sistim manajemen keselamatan dan kesehatan kerja maupun OHSAS 18001 standart internasional untuk penerapan sistem manajemen K3.Termasuk rambu-rambu lainnya.

Saat dipertanyakan terkait jatuhnya sejumlah material (beberapa karung batu krikil) dari lantai 15 rusun nagrak dan tepatnya di tower 11 jatuh kebawah nyaris memakan korban jiwa langsung ke pihak kontraktor.

Dengan entengnya pihak kontraktor menjawab, “kami mengakui bahwa kejadian tersebut merupakan kelalaian kami, akan kami evaluasi,” ujarnya, kepada sejumlah awak media, yang bersangkutan langsung meninggalkan lokasi..selasa (5/9/2023).

Ketua Rw. 011 Mulyadin dirinya mengatakan sudah mengingatkan kepihak pelaksana agar lebih berhati hati melaksanakan pekerjaannya, jangan sampai menunggu korban,” ucapnya.

Lebih lanjut kata Rw, “Jauh sebelum terjadinya insiden jatuh material dari lantas 15 kami sudah mengingatkan pihak kontraktor agar lebih hati-hati dalam melaksanakan pekerjaannya, namun peringatan kami tidak diindahkan pihak kontraktor,” tegas Mulyadin dengan kecewa.

Sangat disayangkan, salah satu warga datang dan tidak diketahui namannya berteriak memanggil nama salah satu staf Rw 011 dengan bersuara kencang, sembari berteriak dan menanyakan mana RW nya ?” hardiknya, dengan nada mengancam.

Kejadian yang tak terduga,nyaris terjadi keributan dan yang terjadi dorong mendorong dengan orang yang berteriak.

Akhirnya mendorong salah satu awak media hingga terpental jatuh ketanah.

Melihat aksi tersebut, sejumlah warga langsung datang dan berhasil melerai pihak yang berteriak.

Tidak diketahui kapasitasnya dan tiba-tiba aja datang dengan suara lantang dan marah,” ucap salah satu warga pada saat kejadian. Selasa (5/9/2023).

Diduga orang yang marah-marah tersebut mendatangi tempat kerumunan sejumlah warga dan kebetulan juga Rw 011 menyaksinya peristiwa tersebut.

Diduga orang yang tidak kenal tersebut atas suruhan pihak kontraktor,” ujar beberapa warga saat kejadian berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta, Retno Sulistiyaningrum tidak menanggapinya terkait jatuhnya material dari lantai 15 Tower 11.
Selasa.(5/9/2023), tepat pukul 18:38 Wib.

Kasubag Pemeliharaan Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Henry Sihombing mengatakan, semenjak insiden jatuhnya material dari Lt 15 tower 11.

“saya sudah konfirmasi kepada yang bersangkutan, saat ini kondisinya sudah diberikan peringatan keras dan sudah dipasang jaring pengaman,” jawab Henri Sihombing.lewat Aplikasi WhatsApp nya. Kamis (7/9/2023).

Ketua RW 011 angkat bicara, “ tidak benar dipasang jaring pengaman dilokasi kegiatan proyek, situasi dan kondisi masih tetap seperti yang kemarin waktu terjadinya insiden jatuhnya material dari lantai 15 tower,” jelas RW 011 saat dikonfirmasi terkait jaring pengaman. Kamis (7/9/2023).tepat pukul 9:50 Wib.

Ketua LSM Gerakan Cinta Indonesia (LSM-GRACIA), Hisar Sihotang , “ bukti bobroknya moral pejabat di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
sudah ketahuan bahwa sampai sekarang reaksi maupun tindakan dari unit terkait patut dipertanyakan,” tegas Hisar.

Dirinya mendesak Inspektorat Provinsi DKI Jakarta untuk menindak Pejabat Pembuat Komitmennya (PPK) dan harus mempertanggung jawabkan kinerjanya termasuk dengan pengakuan Henri Sihombing, katanya sudah dipasang jaring pengaman dilokasi, mana buktinya ?” Itukan sudah melakukan pembohongan publik, pakta dilapangan sampai sekarang belum ada tindakan maupun arah perbaikan, termasuk dipasang jaring pengaman ” jelas Hisar. Kamis (7/9/2023).

Hal yang sama, saat pihak kontraktor dipertanyakan terkait insiden jatuhnya material dari lantai 15 tower 11, namun sangat disayangkan yang bersangkutan tidak memberikan respon dan tanggapannya.( Red)

    darisinimulainya

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com
    Skip to content